PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN MODERASI BERAGAMA MELALUI LITERASI AL-QUR’AN DAN SHOLAWAT NARIYAH DI DESA KEDUNGLO ASEMBAGUS KABUPATEN SITUBONDO
DOI:
https://doi.org/10.35132/khidmah.v2i2.1414Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Moderasi Beragama, Literasi Al-Qur’an, ShalawatAbstract
Artikel ini membahas pemberdayaan masyarakat berbasis literasi Al-Qur’an dan Sholawat Nariyah dalam membentuk sikap moderat beragama di Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Moderasi beragama menjadi sangat penting dalam konteks keberagaman Indonesia yang rentan terhadap konflik ideologis dan sektarian. Dalam realitas masyarakat pedesaan, praktik keagamaan seringkali dilakukan dalam bentuk tradisi turun-temurun yang mengakar kuat, salah satunya adalah pembacaan Sholawat Nariyah yang dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat Desa Kedunglo. Literasi Al-Qur’an dalam artikel ini tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca teks suci, melainkan juga sebagai pemahaman makna dan aktualisasi nilai-nilai universal Al-Qur’an dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan menggali data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi Al-Qur’an yang dikembangkan melalui pengajian dan majelis taklim, serta tradisi pembacaan Sholawat Nariyah yang konsisten, mampu membentuk karakter masyarakat yang toleran, terbuka, dan harmonis. Kedua instrumen ini berfungsi sebagai media transformasi nilai-nilai spiritual menjadi praktik sosial yang mendorong terciptanya tatanan masyarakat moderat. Dengan menggabungkan pendekatan tekstual Al-Qur’an dan pendekatan kultural berupa sholawatan, masyarakat Desa Kedunglo menunjukkan pola keberagamaan yang dinamis namun tetap dalam koridor Islam rahmatan lil ‘alamin. Artikel ini merekomendasikan pentingnya sinergi antara dakwah bil lisan dan bil hal untuk membangun masyarakat Islam yang inklusif dan damai.
References
Abdurrahman Wahid. Islam Kosmopolitan: Nilai-Nilai Indonesia dan Transformasi Kebudayaan. Jakarta: The Wahid Institute, 2007.
Ahmad Fuad Effendy. Tradisi dan Pembaharuan Islam di Indonesia. Yogyakarta: LKiS, 2001.
Al-Qur’an Surah An-Nahl [16]:125, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…”
Azyumardi Azra. Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan, 2018.
Azhar. Penguatan Literasi Al-Qur’an di Masyarakat Desa. Jakarta: LIPI Press, 2018.
BPS Kabupaten Situbondo. Kecamatan Asembagus Dalam Angka 2023.
Situbondo: BPS Kabupaten Situbondo, 2023.
Fadli. Peran Sholawat Nariyah dalam Membangun Kerukunan Sosial di Madura.
Surabaya: Pustaka Madura, 2021.
Fauzan. “Tradisi Sholawat sebagai Instrumen Perdamaian Komunitas.” Jurnal Budaya Islam, vol. 8, no. 2 (2020): 112.
Hasan. Sholawat Nariyah: Tradisi dan Manfaat Sosial. Surabaya: Pustaka Pesantren, 2017.
Jasser Auda. Maqashid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. London: IIIT, 2008.
Kementerian Agama RI. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat,
2019.
Kementerian Agama RI. Moderasi Beragama. Jakarta: Balitbang Kemenag, 2020.
Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook, edisi ke-2. California: SAGE Publications, 1994.
Muhammad Alwi. “Kiai sebagai Agen Sosial di Masyarakat Pedesaan.” Jurnal Sosiologi Agama, vol. 10, no. 1 (2018): 65.
Nuryani. Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Berbasis Literasi Al-Qur’an.
Yogyakarta: UGM Press, 2020.
Nuryani. “Peran Sholawat dalam Penguatan Sosial Keagamaan Masyarakat.”
Jurnal Dakwah dan Komunikasi, vol. 4, no. 1 (2020): 75.
Quraish Shihab, M. Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1999.
Talal Asad. “The Construction of Religion as an Anthropological Category.” Dalam Genealogies of Religion. Baltimore: Johns Hopkins University Press, 1993.
Zainul Arifin. “Peran Madrasah Diniyah dalam Pembentukan Karakter Religius Masyarakat Desa.” Jurnal Pendidikan Islam, vol. 6, no. 2 (2020): 134–
135.
Zainul Milal Bizawie. Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama- Santri. Jakarta: Pustaka Compass, 2016.


