MAYAM EMAS SEBAGAI MAHAR PERNIKAHAN ADAT ACEH: ACEH TAMIANG

  • Ahmad Bahraen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: Adat Pernikahan, Aceh Tamiang, Perkawinan

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami norma-norma adat yang mengatur konsep mahar dalam masyarakat. Aceh, khususnya pada masyarakat Aceh Tamiang, serta faktor-faktor yang turut menyebabkan naiknya nilai mahar dalam perhitungan mayam. Untuk merespon pertanyaan tersebut, peneliti menerapkan teknik pengumpulan data berbasis observasi dan wawancara serta deskripsi sebagai teknik analisisnya. Berdasarkan temuan penelitian, mahar dalam perkawinan adat Aceh di Aceh Tamiang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap proses dalam perkawinan. Dikarenakan tingginya permintaan mahar yang perlu disesuaikan dengan norma-norma adat., dan harga emas yang dihitung dalam satuan mayam, banyak pria dan wanita yang memilih untuk menunda pernikahan. Namun ada beberapa kendala dalam aturan adat tersebut, antara lain keharusan adanya mahar sesuai adat masyarakat Aceh Tamiang yang menghalangi orang untuk menjalani ikatan pernikahan. Selain itu, terdapat berbagai pandangan mengenai mahar yang mengharuskan penggunaan emas dalam menghitung nilai tertentu dalam serangkaian proses pernikahan. Faktor-faktor yang diadaptasi. untuk menaikkan mahar pada perkawinan adat Aceh di Aceh Tamiang antara lain kecantikan calon perempuan, tingkat pendidikan, dan keturunan. Di sisi lain, mahar yang tinggi dan ketidakstabilan pekerjaan laki-laki merupakan faktor utama yang menyebabkan sebagian besar laki-laki membatalkan perkawinan.

 

 

References

DAFTAR PUSTAKA
Abbas, Rafid. “IJTIHAD UMAR BIN KHATTAB TENTANG HUKUM PERKAWINAN PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM” 04, no. 1 (2023). https://jurnalfsh.uinsby.ac.id/index.php/alhukuma/article/view/284/415.
Abdullah. Diwawancarai oleh Ahmad bahraen. Aceh Tamiang, 2023.
Adriadi. Diwawancarai oleh Ahmad Bahraen. Aceh Tamiang, 2023.
Alif. Diwawancarai oleh Ahmad Bahraen. Aceh Tamiang, 2023.
Ardiansyah, Medi, Efnedy Arief, dan Sulaiman Tamba. “Konsep Mahar Dalam Pandangan Mayarakat Kota Subulussalam (Studi Kasus Di Kecamatan Simpang Kiri).” Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan 11, no. 1 (2021): 36–50. https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/tsh/article/view/3991.
Ari Gunawan. Diwawancarai oleh Ahmad bahraen. Aceh Tamiang, 2023.
Atabik, Ahmad, dan Koridatul Mudhiiah. “Pernikahan dan Hikmahnya Perspektif Hukum Islam.” Yudisia 5, no. 2 (2016): 293–294.
Daus. Diwawancarai oleh Ahmad Bahraen. Aceh Tamiang, 2023.
Departemen Agama RI. Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemahannya degan Transliterasi. Semarang: PT. Karya Toha Putra, t.t., n.d.
Dewi Utari. Diwawancarai oleh Ahmad Bahraen. Aceh Tamiang, 2023.
Fuadi, Ahmad, Fitriyani Fitriyani, Ardi Muthahir, dan Devi Anggreni Sy. “PERKAWINAN ADAT SUKU ANAK DALAM (SAD) PERSPEKTIF UU NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (Studi Kasus di Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan).” Jurnal Hadratul Madaniyah 10, no. 1 (Juli 11, 2023): 21–29. https://journal.umpr.ac.id/index.php/jhm/article/view/5401.
Gustiawati, Syarifah, dan Novia Lestari. “Aktualisasi Konsep Kafa’ah Dalam Membangun Keharmonisan Rumah Tangga.” Mizan: Journal of Islamic Law 4, no. 1 (Juni 13, 2018). https://www.jurnalfai-uikabogor.org/index.php/mizan/article/view/174.
Kamaruddin, Kamaruddin, Teuku Kemal Fasya, Muhammad Fazil, Andyna Cut, dan Brampu Rusdi. “MENCARI IDENTITAS BERSAMA (Studi Komunikasi Lintas Budaya Antara Suku Pakpak dan Suku Singkil di Kabupaten Aceh Singkil).” Jurnal Jurnalisme 10, no. 1 (Agustus 9, 2021): 51. https://ojs.unimal.ac.id/jurnalisme/article/view/4888.
Munawar, Akhmad. “SAHNYA PERKAWINAN MENURUT HUKUM POSITIF YANG BERLAKU DI INDONESIA.” Al-Adl : Jurnal Hukum 7, no. 13 (Januari 1, 2015). https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/aldli/article/view/208.
Murni. Diwawancarai oleh Ahmad Bahraen. Aceh Tamiang, 2023.
Nadhira, T S. “Analisis Hukum Adat Penggunaan Mayam Sebagai Mahar Dalam Pernikahan Adat Aceh Di Kabupaten Pidie.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan … 1 (2021): 1–12. http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/article/view/916.
Nasution, Hasan. “PRAKTIK MENIKAH DENGAN ANAK PAMAN (BORU TULANG) PADA MASYARAKAT BATAK SIMALUNGUN PERSPEKTIF MADZHAB SYAFI’I (Studi Kasus Desa Tinokkah, Kec, Sipispis).” Hukum Keluarga dan Hukum Islam 2, no. September (2023): 101–113. https://jurnal.ishlahiyah.ac.id/index.php/jl/article/view/404.
Ridwan, Muhammad. “Kedudukan Mahar Dalam Perkawinan.” Jurnal Perspektif 13, no. 1 (Juni 30, 2020): 43–51. https://perspektif.bdkpalembang.id/index.php/perspektif/article/view/9.
Rizkiya, Mihfa, dan Nuraini. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Denda Akibat Pembatalan Peminangan (Khitbah).” AL-MURSHALAH 3, no. 1 (2017). http://jurnal.staitapaktuan.ac.id/index.php/Al-Mursalah/article/view/89/72.
Sayuti. diwawancarai oleh Ahmad Bahraen. Aceh Tamiang, 2023.
Udin. Diwawancarai oleh Ahmad Bahraen. Aceh Tamiang, 2023.
Wanda. Diwawancarai oleh Ahmad bahraen. Aceh Tamiang, 2023.
Widyaputra, Fauzan Ahdi, Evi Novianti, dan Iriana Bakti. “Citra Kampung Adat Cireundeu pada Ritual Suraan.” PRofesi Humas Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat 3, no. 2 (Februari 12, 2019): 219. http://jurnal.unpad.ac.id/profesi-humas/article/view/14953.
Published
2023-12-16
Section
Articles