PESANTREN DAN MASA DEPAN: INTEGRASI ILMU DAN MENTALITAS MAHASISWA SANTRI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA DISRUPSI

Penulis

  • M Hasan Ubaidillah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Kata Kunci:

pesantren, mahasiswa santri, integrasi ilmu, post-truth, inovasi, era disrupsi

Abstrak

Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, tradisi keilmuan, dan mentalitas generasi Muslim. Perubahan sosial yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi digital, globalisasi, dan munculnya era disrupsi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan pesantren dan perguruan tinggi Islam. Mahasiswa yang sekaligus berstatus sebagai santri dituntut tidak hanya memiliki penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berinovasi, serta memiliki karakter dan orientasi kemanfaatan sosial. Artikel ini membahas pentingnya integrasi ilmu dan amal sebagai basis pembentukan mentalitas mahasiswa santri dalam menghadapi tantangan masa depan. Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya kreativitas dan inovasi, karakteristik generasi digital, fenomena post-truth, serta posisi mahasiswa santri sebagai agent of change. Materi seminar menunjukkan bahwa keberlanjutan pesantren dan perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kemampuan melakukan adaptasi dan inovasi tanpa kehilangan nilai-nilai kepesantrenan. Mahasiswa santri idealnya menjadi generasi yang unggul secara intelektual, matang secara spiritual, memiliki kepedulian sosial, dan mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Dengan demikian, integrasi ilmu pengetahuan, amal, kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual menjadi fondasi penting dalam membangun generasi mahasiswa santri yang mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

Referensi

Materi seminar kepesantrenan. 2026. Pesantren dan Masa Depan: Meneladani Azra, Azyumardi. “Genealogy of Indonesian Islamic Education: Roles in the Modernization of Muslim Society.” Heritage of Nusantara 4, no. 1 (2015). DOI: 10.31291/hn.v4i1.63.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES, 1982.

Dhofier, Zamakhsyari. The Pesantren Tradition: The Role of the Kyai in the Maintenance of Traditional Islam in Java. Arizona State University, 1982.

Bruinessen, Martin van. Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Bandung: Mizan, 1995.

Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana, 2012.

Hefner, Robert W. Making Modern Muslims: The Politics of Islamic Education in Southeast Asia. Honolulu: University of Hawai‘i Press, 2013.

Fadli, Muhammad Rijal, dan Siti Irene Astuti Dwiningrum. “Pesantren’s Digital Literacy: An Effort to Realize the Advancement of Pesantren Education.” Ulul Albab: Jurnal Studi Islam.

Umar, Muallief, dan Galuh Kartikasari. “The Transformation of Islamic Education: Pesantren, Digital Literacy, and the Practice of Harmonious Religious Moderation.” EDUTEC 8, no. 2 (2025). DOI: 10.29062/edu.v8i3.1068.

Pratama, Arizqi Ihsan, dkk. “The Role of Islamic Boarding Schools in Digital Literacy: Strategies to Shape a Critical and Productive Muslim Generation.” At-Ta’dib 20, no. 1 (2025). DOI: 10.21111/attadib.v20i1.14588.

Mas’udi, Ahmad Thoyib. “The Evolution of Pesantren Education: Continuity and Change in Curriculum and Management amid Modernization.” Journal of Pesantren and Diniyah Studies 1, no. 2 (2024). DOI: 10.63245/jpds.v1i2.23.

Agung, Budie, M. Tajudin Zuhri, dan Khalid Ramdhani. “Modernisasi Pendidikan Pesantren Berbasis Organisasi Masyarakat Islam.” Jurnal Penelitian Agama 21, no. 1 (2020).

Nasikhin, dan Mahfud Junaedi. “Strategies for Delivering Islamic Religious Education Learning Materials in the Post-Truth Era.” NUANSA 19, no. 2 (2022). DOI: 10.19105/nuansa.v19i2.6354.

Zamzami, Alza Nabiel, Dely Tresia Putri, dan Mahfud Junaedi. “The Islamic Religious Education in the Post Truth Era.” TOFEDU: The Future of Education Journal.

Maysurah, Maimun, Suyyirah, dan Nur Aini. “Pendidikan Agama Islam di Era Post-Truth: Upaya Penguatan Karakter Siswa melalui Literasi Digital.” Al-Aulia 11, no. 2 (2025). DOI: 10.46963/aulia.v11i2.3448.

Ramadhani, Nurul Ulfa, Sarah Fadilah Azzahra, Gunawan, dan Zuhairansyah Arifin. “Transformasi Pendidikan Pesantren Era Modern: Integrasi Nilai Keislaman, Teknologi dan Kompetensi Abad 21.” Pendas 11, no. 2 (2026). DOI: 10.23969/jp.v11i2.52742.

Budiyanto, Ahmad Tanzeh, dan Agus Purwowidodo. “Digital Literacy of Islamic Students as a New Paradigm of Islamic Education: Transforming the Tradition of Islamic Boarding School Learning in the Era of Globalization.” Proceeding of International Conference on Education, Society and Humanity.

Ghozali, Zainuddin Abuhamid. “Digital Literacy of Islamic Boarding Schools in Indonesia: Identifying Perception, Practice, and Challenges.” International Seminar on Islamic Education & Peace.

Bulks, Iin, Muhammad Tahir, dan Geminastiti Sakkir. “The EFL Teachers’ Implementation of 6C Skills … of 21st Century Skills.” EduLine: Journal of Education and Learning Innovation.

Pesantren dan Masa Depan: Meneladani Pemikiran KH. Ahmad Hasyim Muzadi dalam Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Mentalitas Mahasiswa dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan. STAI Ma’had Aly Al-Hikam, 2026.

Diterbitkan

2026-08-06 — Diperbaharui pada 2026-08-06

Versi

Cara Mengutip

Ubaidillah, M. H. (2026). PESANTREN DAN MASA DEPAN: INTEGRASI ILMU DAN MENTALITAS MAHASISWA SANTRI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA DISRUPSI. Khidmah: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2). Diambil dari https://ejournal.stiqwalisongo.ac.id/index.php/Khidmah/article/view/2008

Terbitan

Bagian

Articles