This is an outdated version published on 2024-06-12. Read the most recent version.

Analisis Legalitas Kekhalifahan Abdullah Bin Zubair Berdasarkan Hadis Shahih Muslim No. 1853

Authors

  • Ismail Ismail Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Wali Songo Situbondo

DOI:

https://doi.org/10.35132/assyifa.v3i2.1169

Keywords:

Abdullah bin Zubair, kekhalifahan, hadis, legalitas

Abstract

Abdullah bin Zubair sering kali dipandang sebagai pemberontak terhadap Dinasti Umayyah karena ia merupakan satu-satunya khalifah di luar Bani Umayyah yang memperoleh legitimasi dalam sejarah kekhalifahan Bani Umayyah. Pandangan ini didorong oleh bias historiografi yang menyamaratakan kekuasaan setelah Khulafa’ur Rasyidin sebagai domain Bani Umayyah. Artikel ini mengkaji legalitas kekhalifahan Abdullah bin Zubair melalui pendekatan historis dan ilmu hadis. Penelitian ini menganalisis hadis Shahih Muslim No. 1853 dan proses baiat Abdullah bin Zubair untuk memberikan perspektif yang lebih objektif mengenai keabsahan kekhalifahannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa Abdullah bin Zubair adalah khalifah yang sah berdasarkan hadis dan dukungan mayoritas umat Islam pada masanya. Pendekatan ini memberikan kontribusi dalam membaca ulang narasi historiografi Islam melalui lensa syar’i yang lebih adil.

References

Abdus Sattar, Asy-Syaikh. Al-Asyarah Al-Mubasysyarun Bil Jannah, Terjemah Oleh Imran Anhar Dan Firdaus Sanusi Dengan Judul 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga. 719. Jakarta: Darus Sunnah Press, 2013.
Al-’Asqallani, Ibnu Hajar. Al-Ishabah Fi Tamyiz al-Sahabah. Vol. 04. 16 vols. Beirut: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, 1995.
Al-Asqallani, Ibnu Hajar. Fath Al-Bary Ala Syarh Al-Bukhari. 7 414. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2012.
———. Taqrib Al-Tahdzib. Riyadh: Baitul Afkar Ad-Dauliyah, 2000.
Al-Mizzi, Abi Al-Hajjaj Yusuf. Tahdzib Al-Kamal Fi Asma al-Rijal. 1st ed. Vol. 31. 35 vols. Beirut: Muassasah Ar-Risalah, 1992.
An-Naisabury, Muslim bin Hajjaj. Shahih Muslim. Riyadh: Baitul Afkar Ad-Dauliyah, 1998.
An-Nawawi, Imam. Syarah Shahih Muslim. 159. Mesir: (Maktabah Taufiqiah, 2014.
As-Suyuthi, Al-Hafidz. Tarikhul Khulafa’. 349. Beirut: Dar Al-Minhaj, 2015.
Audah, Ali. Ali Bin Abi Thalib Sampai Kepada Hasan Dan Husain : Amanat Perdamaian, Keadilan Dan Persatuan, Peranannya Sebagai Pribadi Dan Khalifah. 08 ed. Jakarta: PT. Pustaka Litera Antar Nusa, 2011.
Habibah, Ummi. “Sejarah Konflik Kekhalifahan Antara Hasan Bin Ali Dengan Muawiyah Bin Abi Sufyan Dan Dampaknya Pada Kaum Muslimin 40 H.” Diss. UIN Sunan Ampel Surabaya, 2021.
Kinas, Muhammad Raji Hasan. Azwajul Khulafa’, Terjemah Oleh Mahfud Hidayat Dengan Judul “Istri-Istri Para Khalifah.” 250. Jakarta, 2009.
Kurniati, Kurniati. “Penumpasan Al-Hajjaj Bin Yusuf Ats-Tsaqafi Terhadap Gerakan Pemberontakan Abdullah Bin Zubair (692 M/73 H.).” Diss. UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018.
M. Abdul Lathif, Abdussyafi. Alam Al-Islam Fii Al-Ashr Al-Umawi, Terjemah Oleh Mastur Ilham Dan Malik Supar Dengan Judul Bangkit Dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah. 157. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2016.
Mahmud Al-Mishri, Abu Umar. Shahabiyat Haul Ar-Rasul, Terjemah Oleh Umar Mujtahid, Lc Dengan Judul Biografi 35 Shahabiyah Nabi. 455. Jakarta Timur: Ummul Qura, 2017.
Marzuki, Marzuki. “Kritik Terhadap Kitab Shahih Al-Bukhari Dan Shahih Muslim.” Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum 6, no. 1 (2006).
Rachman, Taufik. “Bani Umayyah Dilihat Dari Tiga Fase (Fase Terbentuk, Kejayaan Dan Kemunduran).” JUSPI: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 2 No. 1 (2018).
Rizqullah, Muhammad Naufan. “Pembentukan Stabilitas Politik Pada Masa Awal Dinasti Umayyah.” Jurnal Pendidikan Dan Konseling Vol. 04 No. 05 (2022).
Setiawan, Agus Mahfudin. “Transisi Sistem Pemerintahan: Al-Khulafa al-Rashidun Ke Dinasti Umayyah Masa Yazid Bin Muawiyah (661-683 M.),” n.d.

Published

2024-06-12

Versions

Issue

Section

Articles