PERAN KEARIFAN LOKAL PADA MODERASI BERAGAMA DN DAMPAK KEBERLANJUTKAN PADA KOMUNITAS DI KALIMANTAN BARAT
Keywords:
Kearifan Lokal, Moderasi Beragama, Komunitas, Kalimantan BaratAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal dalam moderasi beragama dan dampaknya terhadap keberlanjutan komunitas di Kalimantan Barat. Kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Kalimantan Barat mengandung nilai-nilai tradisional yang mendukung keharmonisan sosial, toleransi, dan pemahaman antaragama. Dalam konteks moderasi beragama, kearifan lokal diyakini memiliki peran penting dalam memitigasi ekstremisme dan mendorong kehidupan beragama yang moderat serta toleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional, penelitian ini melibatkan 101 responden dari Masyarakat kalimatan Barat dan dinggap mumpuni untuk menjawab. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert 5 poin yang disebarkan secara daring, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) penelitian ini akan menguji model hubungan antara variabel-variabel yang ada untuk menggali wawasan mengenai hubungan antara kearifan lokal, moderasi beragama, dan keberlanjutan komunitas di Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan saling menghormati menjadi dasar penting dalam terciptanya moderasi beragama yang berdampak positif terhadap keberlanjutan sosial, ekonomi, dan budaya di komunitas Kalimantan Barat. Oleh karena itu, peran kearifan lokal sangat signifikan dalam membangun kerukunan antaragama dan mendukung keberlanjutan komunitas di daerah tersebut.
References
Abd. Mu’id Aris Shofa, (2022) Praktik Toleransi Desa Pancasila Sebagai Penguatan Keharmunisan Antar Umat Beragama. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Vol. 7, Nomor 3, November 2022
Armi, (2018) Kearifan Lokal dalam Pemanfatan dan Pelestarian Sumber Daya Pesisir dan laut (Studi Kasus Di Desa Balohan Kecamatan Suka jaya Kota Subang), Jurnal JESBIO Vol. VII JESBIO Vol. 1, Mei 2018.
Agustina Nanda Kartika et al, (2024) Analisis Implementasi Dalam Mewujudkan Ekonomi Hijau Di Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Ekonomi Global Masa Kini Vol. 14 N0. 02 Dese,ber 2023.
Azra, A. (2006). Islam in the Indonesian World: An Account of Institutional Formation. Mizan.
Chainar, (2014) Buku Ajar Pengantar Sosiologi. FISIP UNTAN, Pontianak
Chin, (1998) Modern Methods For Business Research. Lawrence ErlBaum Associates. London.
F. X. Rahyono, (2021) Pewarisan Kecerdasan dan Kebijaksanaan Budaya Lokal Sebagai Pilar Pembaruan Pembelajaran Bahasa dan Sastra, disampikan pada Seminar Nasional Pendidikan Bahasa, Sastra dan Budaya. 15 Nopember 2021.
Hidayat, A., & Sugiarto, L. (2020). Strategi Penangkalan & Penanggulangan Radikalisme Melalui Cultural Reinforcement Masyarakat Jawa Tengah. Jurnal USM Law Review, 3(1), 135–154.
Khoiruddin & Juhratul Khulwah, (2023) Moderasi Beragama dalam Kearifan Lokal pada Masyarakat Pesisir Barat Provinsi Lampung. Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama Vol.03 No.1 (2023).
Lukman Hakim Saifuddin, (2019) Tanya Jawab Moderasi Beragama, Kementerian Agama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Jakarta
Las, I. (2008). Revolusi Hijau Lestari untuk Ketahanan Pangan ke Depan. Tabloid Sinar Tani, 1994–1997.
M Chairul Basrun Umanailo, (2019) Max Weber Tindakan sosial
Pranata, H., & Sesmiarni, Z. (2022). Implementasi Pendidikan Islam Berbasis Moderasi Beragama di Pondok Pesantren Islam Al Mukmin. HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 250–263.
Rais Budiarto et all. (2023). Penerapan Moderasi beragama Melalui Kearifan Lokal "Nutuk Beham" Oleh Masyarakat Kutai Adat Lawas Di Desa Kedang Ipil Kabupaten Kutai Kartanegara. Publiher: Balai Diklat Keagamaan Aceh E-ISSN : 2961-8789 Vol 2 No 2 Desember 2023.
Ryaldi (2018), Pusat Studi Lintas Budaya Kalimantan Barat, Jurnal online mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura Volume 6 / Nomor 2 / September 2018
Santy Mayda Batubara, (2017) Kearifan Lokal dalam Budaya Daerah Ka,imantan Barat (Etnis Melayu dan Dayak).Jurnal Penelitian Ipteks Januari 2017.
Sulistiyowati Gandariyah Afkari, (2020) Model Nilai Toleransi Beragama, dalam Proses Pembelajaran di SMA 8 Kota Batam. Yayasan Salman. Pekan Baru.
Syahid, A., Amalia, I., Luthfi, I., Suwandi, B., & Irvan, M. (2024). The Religious Moderation Scale: Development and Testing of A Measuring Instrument on a Cross-Religious Sample In Indonesia. Educational Administration: Theory And Practice, 30(4), 3811–3825.
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Grasindo.
Velarde, J. (2017). Instructional leadership practices in international schools in Malaysia: A case study. International Online Journal of Educational Leadership, 1(1), 90–117.
Wardani, Y., & Sajaroh, W. S. (2022). Developing Religious Moderation in State Islamic Religious College Indonesia: Text and Context-Based Understanding of Islam. Jurnal Adabiyah, 22(1), 1–18.
Wahid, A. (2019). Islam, Moderasi, dan Kearifan Lokal. Gramedia.
Wahyuning Mei Savira & Allyana Honosutomo (2024). Sinergisitas Kearifan Lokal dan Gender: Peran Strategis Perempuan Adat Kalimantan dalam Upaya Iklim Berkelanjutan, Vol. 3 No. 2 Oktober 2024
Yusriadi, (2016) Berandep, Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Di Dabong, Kubu Raya Kalimantan Barat.
Geertz, C. (1983). Local Knowledge: Further Essays in Interpretive Anthropology. Basic Books.
Rahim, A. (2019). Moderasi Beragama dalam Perspektif Islam. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(2), 112-123.
Downloads
Published
Versions
- 2025-10-09 (2)
- 2025-02-04 (1)
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suharyanto Suharyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



