UNSUR RIBA DALAM LAYANAN PAYLATER MODERN ANALISIS TAFSIR DENGAN PENDEKATAN DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN PADA EKONOMI DIGITAL

Authors

  • Janna Aulia Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Khairunnas Jamal Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Mochammad Novendri Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.35132/assyifa.v5i1.1752

Keywords:

Riba, Ekonomi Digital, paylatter, Double Movement

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah menghadirkan beragam instrumen keuangan baru, salah satunya layanan paylater yang menawarkan kemudahan transaksi berbasis kredit jangka pendek. Meskipun inovatif, model ini menimbulkan persoalan etis terkait potensi riba akibat adanya bunga, biaya layanan, serta denda keterlambatan yang berlapis. Penelitian ini bertujuan menganalisis larangan riba pada transaksi paylater melalui perspektif Fazlur Rahman dengan menerapkan metode double movement sebagai pendekatan hermeneutika dalam memahami ayat-ayat riba secara kontekstual. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif, menelusuri konsep riba dalam Al-Qur’an, pemikiran Fazlur Rahman, serta karakteristik sistem keuangan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba, menurut Rahman, merupakan praktik ekonomi yang bersifat eksploitatif dan merugikan pihak yang lemah. Melalui gerakan pertama double movement, ayat riba dipahami dalam konteks sosial-ekonomi Arab pra-Islam yang menekankan pencegahan penindasan utang. Pada gerakan kedua, prinsip moral Qur’ani tersebut diterapkan pada sistem paylater modern yang dalam praktiknya sering memuat unsur-unsur ketidakadilan, khususnya dalam penetapan bunga tinggi, biaya tersembunyi, dan penalti berlebihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman relevan dalam menilai transaksi paylater dan memberikan kerangka etis untuk membaca riba modern secara lebih substantif dalam ekosistem keuangan digital.

References

Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia, 2019

Abu Bakr al-Kasani. Bada’i‘ al-Ṣana’i‘ fi Tartib al-Syara’i‘. Juz 5. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1986.

Bank Indonesia. Laporan Perekonomian Indonesia 2022. Jakarta: Bank Indonesia Press, 2022. https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/LPI_2022.aspx

Fazlur Rahman. Islam. Chicago: University of Chicago Press, 1979.

Fazlur Rahman. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, 1982.

Fazlur Rahman. Major Themes of the Qur’an. Chicago: University of Chicago Press, 1980.

Ibn al-‘Arabi. Aḥkam al-Qur’an. Juz 1. Beirut: Dār al-Ma‘rifah, 2003.

M. A. Khan. Islamic Economics: Theory and Practice. Islamabad: Institute of Policy Studies, 1983.

M. Umer Chapra. Islam and the Economic Challenge. Leicester: The Islamic Foundation, 1992.

M. Umer Chapra. The Future of Economics: An Islamic Perspective. Leicester: The Islamic Foundation, 1995.

Majma‘ al-Fiqh al-Islami (OIC). Qarārāt wa Tawṣiyāt, Keputusan No. 51 (2/6), 1988.

Muhammad Taqi Usmani. An Introduction to Islamic Finance. Karachi: Idaratul Ma’arif, 2006.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Fintech Lending Report. OJK, 2023.

Shoshana Zuboff. The Age of Surveillance Capitalism. PublicAffairs, 2019.

UNCTAD. Digital Economy Report 2021. New York: United Nations Publication, 2021.

Wahbah al-Zuḥayli. al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh. Juz 4. Damaskus: Dar al-Fikr, 1985.

Downloads

Published

2026-01-20

Issue

Section

Articles