SUMBANGSIH DINASTI MAMLŪK UNTUK PERADABAN
DOI:
https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i2.268Keywords:
Mamlūk, Peradaban, IslamAbstract
Dinasti Mamlūk memimpin umat Islam pada fase terberat dalam sejarahnya, kala tentara Mongol berhasil menghancurkan Baghdad, ibu kota peradaban Islam, pada tahun 656 H. Dinasti Mamlūk berdiri pada tahun 648H. sampai tahun 922H. (1250-1571M), atau selama 274 tahun. Dinasti Mamlūk dibangun atas dasar militer, karena mamlūk adalah budak yang dibeli saat muda lalu diberi pendidikan militer, untuk kemudian dibebaskan dan diberi peran militer atau pemerintahan.
Peran-peran besar dinasti Mamlūk jarang dijadikan objek penelitian sehingga banyak yang melupakannya. Setidaknya ada lima bidang kemajuan penting yang dicapai oleh dinasti Mamlūk, yaitu dalam bidang militer, pemerintahan, keagamaan, keilmuan, dan budaya. Dalam bidang militer, jasa terbesar dinasti Mamlūk adalah keberhasilannya mengalahkan pasukan Mongol dan mengembalikan kilau peradaban Islam. Dalam bidang pemerintahan, dinasti ini mengenalkan kepemimpinan wanita dan kepemimpinan mantan budak. Dalam bidang keagamaan, pada dinasti ini berkembang ajaran tasawuf dan semakin kokohnya ajaran Ahlu al-Sunnah wa al-Jama`ah dengan dibangunnya pusat keagamaan dan keilmuan. Begitu juga kemajuan dalam bidang keilmuan dapat dilihat dari hasil karya ilmiah yang dilahirkan di masa ini. Sedangkan dalam bidang budaya, dinasti Mamlūk mempromosikan peringatan hari-hari besar Islam, seperti maulid Nabi Muhammad
References
Al-Arabi, al-Sayyid al-Baz, al-Mamalik, Bairut, Dal al-Nahdhah al-Arabiyah, TT.
Al-Zaidi, Mufid, Mausu`atu al-Tarikh al-Islami, Jordania, Dar Usamah, 2009
Faida, Nur. “Dinasti Mamlūk dan Sumbangannya Terhadap Islam.” Tribakti, Vol. 19, No.2 (Juli 2008)
Jalaili, Ahmad. “Al-Hayah al-Thaqafiyah di Misr al-Mamlūkiyah.” Al-Athar. Vol. 6 (Mei 2007)
Jum’ah Ali, al-Namadij al-Arba’ah min Hadyi al-Nabi fi al-Ta`ayush ma’a al-Akhar, Kairo, Dar al-Faruq, 2013
Mujani, Wan Kamal. “Sejarah Politik Mamlūk, Suatu Pengamatan Berdasarkan Sumber Primer dan Sekunder.” International Jounal of West Asian Studie, Vol. 2, Nomor 2 (Oktober 2010).
Qasim, Qasim Abduh, Ashru Salatin al-Mamalik, Kairo, Dar Syuruq,1994
Said, Mujahid Muhammad. “Al-Hayah al-ilmiyah fi Daulat al-Mamalik al-Bahriyah.” (Disertasi-- Universitas Umm Durman, Sudan, 2011).



