Dynamics of Hadith Codification: An Analysis of the Role of Scholars and the Methodology of Hadith Codification in the Early Ages of Islam

Authors

  • kamaludin kamaludin Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Wali Songo Situbondo

Keywords:

Kodifikasi Hadis, Ulama Hadis, Pembukuan, Metodologi, Kritik Sanad, Otentisitas, Abad Awal Islam

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses monumental Kodifikasi Hadis pada abad awal Islam, fokus pada dua pilar utamanya: peran sentral para ulama dan arsitektur metodologis yang mereka kembangkan. Kontribusi utama studi ini adalah menyajikan analisis terintegrasi yang menunjukkan bahwa kodifikasi Hadis merupakan proyek ilmiah kolektif yang berhasil diselenggarakan berkat sinergi antara otorisasi politik (instruksi Khalifah Umar bin Abdul Aziz) dan pengembangan metode kritik sanad dan matan oleh para ulama. Awalnya, transmisi hadis dominan secara lisan. Namun, kekhawatiran akan hilangnya Hadis akibat wafatnya para penghafal dan maraknya pemalsuan mendesaknya perlunya pembukuan sistematis. Titik balik resminya adalah instruksi visioner Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Studi ini menelaah kontribusi ulama perintis seperti Imam Az-Zuhri, Ibnu Juraij, dan Imam Malik, serta generasi setelahnya (termasuk Imam Bukhari dan Imam Muslim) dalam menghimpun dan mengklasifikasikan. Pembahasan metodologis meliputi model Musannaf (berbasis tema fikih), Penelitian ini menganalisis proses monumental Kodifikasi Hadis pada abad awal Islam, fokus pada dua pilar utamanya: peran sentral para ulama dan arsitektur metodologis yang mereka kembangkan. Kontribusi utama studi ini adalah menyajikan analisis terintegrasi yang menunjukkan bahwa kodifikasi Hadis merupakan proyek ilmiah kolektif yang berhasil diselenggarakan berkat sinergi antara otorisasi politik (instruksi Khalifah Umar bin Abdul Aziz) dan pengembangan metode kritik sanad dan matan oleh para ulama. Awalnya, transmisi hadis dominan secara lisan. Namun, kekhawatiran akan hilangnya Hadis akibat wafatnya para penghafal dan maraknya pemalsuan mendesaknya perlunya pembukuan sistematis. Titik balik resminya adalah instruksi visioner Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Studi ini menelaah kontribusi ulama perintis seperti Imam Az-Zuhri, Ibnu Juraij, dan Imam Malik, serta generasi setelahnya (termasuk Imam Bukhari dan Imam Muslim) dalam menghimpun dan mengklasifikasikan. Pembahasan metodologis meliputi model Musannaf (berbasis tema fikih), Musnad (berdasarkan perawi sahabat), dan Jami' (komprehensif), yang disertai dengan standardisasi kritik sanad dan matan yang ketat. Hasil kajian menegaskan bahwa proses kodifikasi ini berhasil menjaga keotentikan hadis, menyingkirkan riwayat palsu, dan menciptakan disiplin ilmu hadis yang terstandardisasi, menjadikannya warisan abadi bagi umat Islam. Musnad (berdasarkan perawi sahabat), dan Jami' (komprehensif), yang disertai dengan standardisasi kritik sanad dan matan yang ketat. Hasil kajian menegaskan bahwa proses kodifikasi ini berhasil menjaga keotentikan hadis, menyingkirkan riwayat palsu, dan menciptakan disiplin ilmu hadis yang terstandardisasi, menjadikan warisan abadi bagi umat Islam.

References

Al-Asqalani, Ahmad bin Ali bin Hajar. Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari. Beirut: Dar Al-Ma'rifah, 1379 H.

Al-Khattabi, Hamd bin Muhammad. Ma'alim As-Sunan Syarh Sunan Abi Dawud. Halab: Al-Mathba'ah Al-'Ilmiyyah, 1932 M.

An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Syarah Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya' At-Turats Al-Arabi, 1392 H.

Azami, Muhammad Mustafa. Studies in Early Hadith Literature. Indianapolis: American Trust Publications, 1978.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai dan Transformasinya. Jakarta: LP3ES, 1982.

Fathurrahman, Abdurrahman. Ilmu Hadis. Bandung: Pustaka Setia, 2004.

Hasan, M. Ali. Perkembangan Hadis di Indonesia: Studi tentang Metodologi dan Isu-Isu Kontemporer. Jakarta: Kencana, 2015.

Ibnu Hisyam. As-Sirah An-Nabawiyyah. Beirut: Dar Ihya' At-Turats Al-Arabi, t.t.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Muhammad bin Abi Bakr. Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin. Beirut: Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyyah, 1993 M.

Ibnu Rajab Al-Hanbali, Abdurrahman bin Ahmad. Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam. Beirut: Mu'assasah Ar-Risalah, 2001 M.

Ibnu Taimiyyah, Ahmad bin Abdil Halim. As-Siyasah Asy-Syar'iyyah fi Ishlah Ar-Ra'i wa Ar-Ra'iyyah. Kairo: Dar At-Taufiqiyyah li At-Turats, t.t.

Ismail, Syuhudi. Metodologi Penelitian Hadis Nabi. Jakarta: Bulan Bintang, 1992.

Mudzhar, M. Atho. Pendekatan Studi Islam: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, 1982.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.

Transparency International. Corruption Perception Index. Berlin: Transparency International, 2023.

Yuslem, Nawir. Ulumul Hadis. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001.

Downloads

Published

2025-12-10 — Updated on 2025-12-10

Versions

How to Cite

kamaludin, kamaludin. (2025). Dynamics of Hadith Codification: An Analysis of the Role of Scholars and the Methodology of Hadith Codification in the Early Ages of Islam. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 8(2), 328–346. Retrieved from http://ejournal.stiqwalisongo.ac.id/index.php/albayan/article/view/1474

Issue

Section

Articles