Sejarah Dan Proses Kodifikasi Qiraat Sab'ah: Melacak Warisan Penting Dalam Tradisi Membaca Al-Qur'an
DOI:
https://doi.org/10.35132/albayan.v6i2.432Keywords:
Sejarah, Qiraat, Dialek, lahjah, Ibnu MujahidAbstract
Salah satu di antara keringanan yang diberikan oleh Allah kepada ummat Nabi Muhammad, Shallahu ‘alahi wa Sallam adalah varian bacaan al-Quran, atau yang lebih dikenal dengan qiraat. Qiraat adalah madhhab/cara tertentu dari beberapa madhhab cara mengucapkan kalimat-kalimat al-Quran yang dipilih oleh salah seorang imam qiraat yang berbeda dengan madhhab lainnya.Sejarah munculnya perbedaan bacaan, atau qiraat, terjadi sejak awal pertama kali wahyu diturunkan, namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa qiraat terjadi di Madinah, karena di kota tersebut berkumpul suku-suku Arab. Karena di antara faedah adanya qiraat adalah untuk memudahkan orang Arab membaca al-Quran. Perkembangan qiraat tidak bisa dilepaskan dari hadith sab’at ahruf, hal ini karena memang hadith tersebut menjadi legitimasi untuk membolehkannya membaca al-Quran dengan gaya bahasa suku Arab. Diantara faedah munculnya qiraat adalah untuk memudahkan ummat, khususnya orang Arab dalam membaca al-Quran, karena mereka juga terdapat berbagai suku-suku, sehingga dialek atau lahjah diantara mereka juga berbeda. Setelah melalui tahapan yang berlandaskan 3 kaidah (Mutawatir, Rasm Ustman, kaidah Arab), Ibnu Mujahid menyederhanakan qiraat menjadi tujuh, yang kita kenal dengan qiraah sab’ah, yang semula berjumlah lebih dari dua puluh. Ijtihad dari Ibnu Mujahid kemudian dijadikan landasan bagi ulama setelahnya dalam qiraah sab’ah.
References
Akbar, D. L., & Budiyanto, B. (2020). Konsep kesehatan dalam al-qur’an dan hadis. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist, 3(2), 157-173.
al-Bukhari (al), Muhammad bin Isma’il , al-Jami’ al-Sahih al-Bukhari. Mesir, Dar Thauq al-Najah, 1422 H
Ismail, Muhammad Sya’ban, al-Qiraat Ahkamuh wa Masdaruh.
‘Itr, al-Din, Nur, ‘Ulum al-Quran. Kairo, Dar al-Basair, 2012.
Jazari, Ibn, Munjid al-Muqriin wa Mursyid al-Talibin. Beirut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiah, 1980.
Khaliq, (al)’Abd Taha, Fath al-‘Alim fi ‘Ulum al-Tanzil. Kairo, t.p., 1994.
Muhammad, Nabil, Ilmu al-Qiraat, Nasy’atuh wa Atwaruh wa Atharuh fi al-‘Ulum al-Syar’iyah. Riyad, Makbtabah Taubah, 2000.
Muhktar ‘Ammar, Ahmad, Mu’jam al-‘Arabi al-Asasi. Tunis, Larus, 2003.
QadI (al), Abdul Fatta@h, Tarikh al-Qurra al-‘Asyrah. Kairo, Maktabah al-Azhar li al-Turath, 2002.
Qattan (al), Manna’, Mabahith fi ‘Ulum al-Quran. Kairo, Maktabah Wahbah, 2004.
Quran (al), al-Quran Tajwid dan Terjemahannya. Bandung, Syaamil, 2006.
Hartono, H. (2022). ANALISIS TAFSIR, TA’WIL DAN HERMENEUTIKA DALAM KEBERLANJUTAN SAINS. As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History, 1(2), 01-11.
Istianah, A., & Nabawiyah, H. (2022). HOAX DI ERA DIGITAL: SOLUSI AL-QUR’AN DALAM MENYIKAPI BERITA HOAX. As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History, 1(1), 40-61.
Rohmah, U. N., & Roziqin, A. K. (2022). QIRAAH DALAM PANDANGAN ATH-TABARI. As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History, 1(1), 25-39.
Sabuni (al), Ali, al-Tibyan fi ‘Ulum al-Quran. Jakarta, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 2003.
Sulastri, S., & Rosyidah, A. (2020). Penafsiran Amanah Dalam Kitab Tafsir Al-Munir Oleh M. Wahbah Az-Zuhaili. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist, 3(2), 212-234.
Suhaili, A. (2019). Hak Asasi Manusia (HAM) Dalam Penerapan Hukum Islam Di Indonesia. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist, 2(2), 176-193.
Salih, Muhammad Ruqayyah, “al-Qiraat al-Sab’ wa al-Istisyahad biha”. Tesis Universitas Ummu al-Qura, Mekkah, 1981.
Zaiyadi, A. (2018). Lokalitas Tafsir Nusantara: Dinamika Studi Al-Qur’an di Indonesia. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist, 1(1), 01-26.




