Tafsir Ilmi Dalam Persfektif Al-Qur’an
DOI:
https://doi.org/10.35132/albayan.v2i2.76Keywords:
Tafsir Ilm, Arah dan TinjuanAbstract
Al-Qur'an sebagai sebuah kitab suci, ternyata tidak hanya mengandung ayat-ayatyang berdimensi aqidah, syari'ah dan akhlaq semata, akan tetapi juga memberikan perhatian yang sangat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan (sains). Jika kita membaca Al-Qur'an secara seksama, akan kita temukan sangat banyak ayat-ayat yangmengajak kepada manusia untuk bersikap ilmiah, berdiri di atas prinsip pembebasan akaldari takhayul dan kebebasan akal untuk berpikir. Al-Qur'an selalu mengajak manusiauntuk melihat, membaca, memperhatikan, memikirkan, mengkaji serta memahami darisetiap fenomena yang ada terlebih lagi terhadap fenomena-fenomena alam semesta yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena darinya bisa dikembangkan sains danteknologi untuk perkembangan umat manusia dan dengan itu pula akan didapatkan pemahaman yang utuh dan lengkap.
Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang mutlak diperlukan manusia dalam memperoleh dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Seiring bergeraknya zaman, kreatifitas dan pengetahuan manusia juga berkembang.Hal itu ditandai dengan munculnya berbagai ilmu pengatahuan modern baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial beserta perkembangannya dari waktu ke waktu.Selain itu, memiliki potensi mengembangkan pengetahuan dengan perantara pendengaran, penglihatan, akal dan hati adalah keistimewaan yang menjadikan manusia lebih unggul dari makhluk-makhluk lain dalam menjalankan fungsi kekhalifahan.Dalam pada itu tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menunjukkan keagungan dan kebesaran-Nya, al-Qur’an mengisyaratkan fenomena-fenomena alam untuk dipahami dan dipelajari.
References
Abidu, Yunus Hasan, Tafsir Al-Qur’an (Sejarah dan Metode Para Mufassir). Jakarta: Gaya Media Pratama.2007,
Ahmad Al-Syir Bashri. Qissat al Tafsir. Bairut: Dar al Jil. 1978
Ahmad Musthafa al Maraghi. Tafsir Al Maraghi. Ttp: Darul Fikri
Amin, Utsman. Muhammad Abduh. Kairo: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah. 1994
Helfi, Philip K. History of The Arabs. London: The Maimillan Press, 1974
Kholil, Moenawar. Al-Qur’an Dari Masa Ke Masa. Solo: Ramadhani. 1994
Louis Leahy,“Sains dan Agama: Suatu Dialog yang Baru Menurut John Polkinghorne”, dalam Louis Leahy (ed.), Sains dan Agama dalam Konteks Zaman Ini Yogyakarta: Kanisius. 1997
Mustaqim, abdul, Pergeseran Epistemologi Tafsir, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2008
Manna, Khalil Al-Qaththan, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.2006
_______ ,Studi Ilmu-Ilmu Qur’an. Jakarta: PT Pustaka Litera Antar Nusa.2009
Muhammad Husaya Al-Dzahabi, Al-Tafsir Wa Al-Mufassirun. Kairo: Dar Al-Kutub. 1961
Al-Subhi Ash Shalih, Membahas Ilmu-Ilmu Al-Qur’an. Jakarta: Pustaka Firdaus.1998
Muhammad Husain az-Zahabi, at-Tafsir wa al-Mufassirun, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, Jilid II.1976
J.J.G. Jansen, The Interpretation of The Koran in Modern Egypt, Leiden: E.J. Brill. 1974
Khalid, Abdurrahman al-‘Akk, Usul at-Tafsir wa Qawa’iduh, Beirut: Dar an-Nafa’i. 1986




