KONTEKSTUALISASI DAN RELEVANSI UZLAH DI ERA GLOBALISASI DALAM PANDANGAN ULAMA’

Authors

  • Budiyanto Budiyanto Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Walisongo Situbondo
  • Moh Hasan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i2.267

Keywords:

Kontekstualisasi, Relevansi Uzlah, Era Globalisasi, Ulama’

Abstract

Dizaman modern sekarang ini, seiring dengan semakin majunya zaman, semakin banyak produk-produk elektronik yang canggih. Dengan semakin cangginya teknologi tersebut dunia serasa sempit, semua yang kita inginkan bisa terpenuhi dengan hitungan jam, menit, bahkan hitungan detik. Manusia semakin terbuai dengan kenikmatan duniawi, sehingga tak jarang jika kita temukan kemaksiatan-kemaksiatan diera modern sekarang ini. Seiring dengan semakin majunya zaman, pergaulan juga semakin bebas, tak pandang pria atau wanita yang bukan mahrom bercampur aduk. Dengan semakin bebasnya pergaulan yang tidak dibatasi oleh syariat (agama islam) maka akan menimbulkan rusaknya pergaulan dan meraja lelanya kemaksiatan. Jika kita lihat di era modern sekarang ini, sangat minim sekali orang-orang yang mau menjaga agamanya , serta keimanannya dengan baik dan serius. Dalam mengatasi hal tersebut, satu-satunya cara yang baik  dalam menghadapi era globalisasi sekarang ini ialah dengan melakukan uzlah (menyendiri, menyepi, menghindari, menjauhi serta mengasingkan diri dari pergaulan umumm yang tercela.), karena kualitas keimanan kita menengah kebawah, maka satu-satunya cara untuk menyelamatkan keimanan kita ialah dengan ber’uzlah.

Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), sementara metode yang digunakan adalah studi maudhu’iy/tematik. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang terkait dengan penelitian ini melalui penelitian pustaka. Serta dalam menganalisis kajian ini menggunakan metode tematik, yaitu menghimpun ayat-ayat serta dalil yang berkenaan dengan uzlah dalam pandangan Ulama’ Klasik Hingga kontemporer. Seseorang dalam keadaan ini tidak seperti ber uzlah mengasingkan diri, tetapi membiasakan diri dengan menjaga agar hatinya tidak mengalami kehampaan spritual dan zikir kepada Allah Swt. Hatinya hidup dan mengingat Allah diberbagai kondisi, suasana, waktu dan aktivitasnya berorientasi pada kekhusukannya kepada Allah.

            Inilah memang tuntutan relevansi uzlah dalam tatanan dunia modern, dimana benturan zaman dan peradaban menjadikan seseorang dapat tergoyahkan jika terlena, namun malah sebaliknya jika benturan itu dapat diatasi dengan baik malah menjadi contoh dan konsep yang dapat terintegrasikan dengan baik. Layaknya seperti air dan minyak yang tidak pernah menyatu, tetapi dapat bergandengan, maka seseorang dalam hal ini harus dapat menggandeng peradaban dan nilai uzlah sebagai ajaran spritual Islam.

References

Achlami HS.“Tasawuf Sosial Dan Solusi Krisis Moral”, Ijtimaiyya, Vol. 8, No. 1, edisi 1,Februari 2015
Ahmad Abi Abbas Bin Muhammad, Iqadzul Himam Bairut: Dar Al-kitab Al-Ilmiyah
Ali Syarif bin Muhammad al-Jurjani, Kitab al-Ta’rifat. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1983
Aslami Hayu A’la, skripsi: “Konsep Tazkiyatun Nafs dalam Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali” Salatiga: IAIN, 2016
Atha’illah ibnu, Al-Hikam, terj. Ismail Ba’aghillah Jakarta Selatan : Katulistiwa press, 2012
Baihaki, “Studi Kitab Tafsir al-Munir Karya Wahbah al-Zuhaili” Jurnal Analisis, Vol.16, No.1 Juni 2016, diakses pada 16 Maret 2019
Baqi Muhammad Fu’ad Abd, al-Mu’jam al-Mufahros lii al-Fazh al-Qur’an, Dar al-Kutub al-Mishriyyah, 1364 H
Darraz Muhammad Abdullah, Dustur al-Akhlaq fi al-Quran Beirut: Muassasah al-Risalah, 1991
Ghazali Al- Imam, Terjemah Ihya’ Ulumuddin, Semarang: CV. Asy Syifa, 2003 Ihya’ Ulumiddin, terj, ibn Ibrahim Ba’adillah, Jakarta: Republika, 2011
Ghofur Saiful Amin, Profil Para Mufasir al-Qur’an Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2008
Ghozali Muhammad Luthfi, Percikan Samudera Hikmah Syarah Hikam Ibnu Atho‟illah AsSakandari, Ed. 1 Cet.1, Jakarta: Siraja, 2011
Hawwa Sa’id, Tarbiyyatuna ar-Ruhiyyah, Cet. III, Damaskus: Dar al-salam, 1994
Hasibuan Armyn, “Transformasi Uzlah dalam Kehidupan Modern”,Vol. II, No.3,edisi.01 Januari 2015.
Hidayatullah Muhammad Ridwan, Aceng Kosasih dkk, Konsep Tasawuf Syaikh Nawawi alBantani dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam di Persekolahan, Tarbawiy, Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1, 2015, Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia,
Hidayatullah Yayat, “Mahabbatullah Dalam Alquran” Kajian Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Skripsi, Program Sarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, 2018
Jailani Al-Abdul Qadir, Sirrul Asrar Wa Madzharul Anwar Fima Yahtaju Ilaihil Abrar - Kitab Tasawuf, cet. Darul Kutub al-Islamiyah, Jakarta, 2005.
Lahham al- Badi' as-Sayyid, Wahbahaz-Zuhaili al-'alim al-Faqih al-Mufassir, dalam Ulama’ wa Mufakkirun Mu'asirun, Lamhah Min HayatihimwaTa'rif bi Mu'allafatihim, bagian XII, Cet.1 Damaskus: Dar al-Qalam, 2001
Munawwir, Ahmad warson, kamus al-munawwir, cet ke-2 Surabaya: Pustaka Progressif, 1997
Mardalis, Metode Penelitian; Suatu Pendekatan Proposal Jakarta: PT. Bumi Askara, 1999
Muhammad Sayyid, dan Ali Ayazi, Al-Mufassirun Hayatuhum wa Manahijuhum, Damaskus: Dar al-Fikr.
Shofwan Najmu dan Irham Shofwan, Diam: Mengungkap Keajaiban dan Manfaat Uzlah di Tengah Ingar-Bingar Dunia, Depok: Mutiara Allamah Utama, 2014
Solihin M. dan Rosihon Anwar, Kamus tasawuf, Cet.1, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002 Shihab Taqiyuddin Muhammad, skripsi:“Al-Ghazali dan Mahasi Sayadaw” Yogyakarta: UIN, 2009
Zuhaili Az- Wahbah, Tafsir Al-Munir, Juz VIII, Cet. I, Beirut, Dar al-Fikr al-Mu’ashir, 1990
Zakaiyah Abu Yahya bin Syaraf An-Nawawy, Nuzhatul Muttaqin terj. Muhil Dzofir,dan Farid dzofir Jakarta : Al-I’tishom, 2005

Downloads

Published

2022-07-06

Issue

Section

Articles