REINTERPRETASI MAKNA SHATR AL-MASJID AL-HARAM

Authors

  • M. Hasan Ubaidillah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.35132/assyifa.v2i1.276

Keywords:

Hadis, Persatuan, Ummat, Beragama

Abstract

Secara substansial, kajian ini lebih difokuskan kepada kajian fiqh al-muqaranah (fikih perbandingan) kaitannya dengan makna shatr al-masjid al-haram sebagaimana yang dikemukakan oleh fukaha empat madzhab (al-madhahib al-arba‘ah). Oleh karena itu, kajian ini diberi judul “Pemakanaan Terhadap Kata shatr al-masjid al-haram Dalam Perspektif Fukaha: “Studi Analisis Astronomi”. Kajian ini dimaksudkan untuk memahami ragam pandangan fukaha terkait dengan makna shat}r al-masjid al-h}ara>m tersebut, dan sekaligus untuk dapat menentukan qawl yang rajih (unggul) dan mu‘tamad (kuat) dari beberapa pandangan fukaha yang ada berdasarkan hasil analisis secara astronomis. Adapun hal yang melatar belakangi Penulis untuk menjadikan topik ini sebagai obyek bahasan utama dalam kajian ini adalah munculnya dua statemen fukaha yang bersifat kontradiktif terkait penentuan arah kiblat yang kemudian tercermin dalam fatwa Majelis Ulama’ Indonesia dengan munculnya fatwa No. 3 tahun 2010 dan No. 5 tahun 2010. Dalam rangka untuk menjawab berbagai pertanyaan seperti yang tercantum dalam rumusan masalah, maka kajian ini menggunakan model atau metode deskiptif-analitis. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara menelaah sumber-sumber primer yaitu kutub al-fiqh ‘ala al-madhahib al-arba‘ah yang terkait dengan bahasan seputar penentuan arah kiblat, disamping pula merujuk kepada kutub al-tafsir yang kajiannya lebih mengarah kepada teoritis fiqhiyyah. Disamping itu, guna kepentingan analisis terhadap ragam pandangan fukaha, Penulis juga menelaah secara intensif terhadap berbagai literatur astronomis

              Dalam kajian ini, telah didapatkan beberapa temuan studi, yaitu (1) terdapat dualisme pemaknaan terhadap kata shatr al-masjid al-haram yaitu ‘ayn al-ka‘bah dan jihat al-ka‘bah sebagaimana yang telah dikemukakan oleh fukaha (2) Berdasarkan hasil verifikasi terhadap kedua pandangan fukaha tersebut dengan menjadikan ilmu astronomi sebagai insrumen analisisnya, maka diperoleh qawl (pendapat) yang rajih (unggul) dan mu‘tamad (kuat) yaitu paradigma fukaha Shafi‘iyyah dan Hanabilah karena lebih tepat, akurat, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dalam konteks kekinian. Dengan merujuk kepada penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa makna shat}r al-masjid al-haram dapat diinterpretasikan sebagai ‘ayn al-ka‘bah dan jihat al-ka‘bah. Setelah dilakukan analisis terhadap kedua pandangan fukaha dengan menggunakan ilmu astronomi sebagai instrumen analisisnya, maka pandangan yang arjah dan aqwa ialah pandangan fukaha Shafi‘iyyah dan Hanabilah. Mengingat banyaknya issue aktual yang berkembang di masyarakat tentang perubahan dan pergeseran arah kiblat yang terjadi di beberapa masjid di Indonesia, maka sebaiknya Takmir Masjid atau pihak lain yang berwenang untuk melakukan koreksi dan perhitungan ulang tentang arah kiblat dari masjid yang menjadi otoritasnya agar dapat melaksanakan salat dengan menghadapkan arahnya ke ‘ayn al-ka‘bah secara tepat, dan dapat melaksanakan perintah Allah SWT secara lebih sempurna dan relevan dengan iradahNya.     

References

‘Abdurrahman al-Juzayri, al-Fiqh ‘Ala al-Madhahib al-Arba‘ah, Juz I, Lebanon: Dar al-Fikr, 1996
‘Abdurrahman bin Nasir al-Sa‘di, al-Qawa‘id Wa Usul al-Jami‘ah, Damaskus: al-Maktabah al-Sunnah, 1992
‘Abdul Hamid Hakim, Mabadi’ Awwaliyyah, Jakarta: Maktabah Sa’diyah Putra, tt
Abi al-Faid Muhammad Yasin al-Fadani al-Makki, al-Fawaid al-Janiyyah, Juz I, Lebanon: Dar al-Fikr, 1997
Abi ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin Sawrah, Sunan al-Turmudhi, Juz II, Leiden, Dar Ihya’al-Kutub al- ‘Arabiyyah 1958
Abu Hafs ‘Umar ibn ‘Ali ibn ‘Adil al-Dimashqi al-Lubab fi‘Ulum al-Kitab, juz 3, Beirut: Lebanon: 1998
A. Djazuli, Kaidah-Kaidah Fikih, Cet II, Jakarta: Kencana, 2007
Badruddi>n Abi> Muh}ammad Mah}mu>d bin Ah}mad al-‘Ayni>, ‘Umdat al-Qa>ri’ Li Sharh} S{ah}i>h} al-Bukha>ri>,Juz III, Lebanon: Da>r al-Fikr, t.t.
al-Bukha>ri> al-Ja‘fi>, Matn al-Bukha>ri>, Juz I, Lebanon: Dar al-Fikr, 2006
Faiz Badr, Ka’bah Dalam Sejarah, Jakarta: Pustaka Azzam, 2001
Ibnu ‘A{bidi>n, H{ashiyah Radd al-Mukhta>r ‘Ala> al-Durr al-Mukhta>r Sharh} Tanwi>r al-Abs}a>r, juz 1, (Beirut: Da>r al-Fikr, 2000
al-Ima>m Abi> ‘Abdillah Muh}ammad bin Isma>‘i>l bin Ibra>hi>m Ibn al-Mughi>rah bin Bardazbah al-Bukha>ri>, S{ah}i>h} al-Bukha>ri>, Jilid I, Lebanon: Da>r al-Fikar, 2006
al-Ma’lu>f, al-Munjid fi al-Lughah wa al-A’la>m Beirut: Da>r al-Mashriq, 1975
Muh}amad ‘Ali> As}s}a>bu>ni>, Rawa>‘i al-Baya>n Fi> Tafsi>r A<ya>t al-Ah}ka>m, Lebanon: Da>r al-Fikr, 1999
Muhammad Muthawwi, Rahasia Ka’bah dan Sains Modern Bandung: Trigenda Karya, 1997
Muslim ibn al-H{ajja>j ibn Muslim al-Qushayri> al-Naysa>bu>ri>, S{ahi>h Muslim, Juz 4, Beirut: Da>r al-Jayl dan Da>r al-Afaq al-Jadi>dah,
S{a>lih} bin Gha>nim al-Sadla>n, al-Qawa>‘id al-Fiqhiyyah al-Kubra>, Saudi Arabia: Da>r Bahnis}iyyah, 1988
al-Sayyid al-Ima>m Muhammad bin Isma>’il al-Kah}la>ni> al- S}an’a>ni>, Subul al- Sala>m, Jilid I Surabaya, al-Hidayah, t.t.
al-Sayyid Sa>biq, Fiqh al-Sunnah, Juz I, Surabaya: al-Maktab al-Isla>mi>, 1994
Shafiyurahman Al-Mubarakfuri, Sejarah Mekah, Riyadh: Darus Salam, 1426
Shiha>b al-Di>n Ah}mad ibn Ah}mad ibn Sala>mah al-Qalyu>bi>, H{a>shita>ni Qalyu>bi>: ‘Ala Sharh} Jala>l al-Di>n al-Mah}alli> ‘Ala Minha>j al-T{a>libi>n, juz 1, Lebanon, Beirut: Da>r al-Fikr, 1998
al-Syaykh Shamsuddi>n Muh}ammad bin Muh}ammad al-Khat}i>b al-Sharbi>ni>, Mughni> al-Muh}ta>j Ila> Ma‘rifat Ma‘a>ni> al-Fa>z} al-Minha>j, Juz I, Lebanon: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyah, 2011
al-Shaykh Zakariyya> al-Ans}a>ri>, Ha>shiyat al-‘alla>mah al-Shaykh Sulayma>n al-Jumal ‘ala> Sharh} al-Minha>j, Juz I, Lebanon: Dar al-Fikr, t.t.
Wahbah al-Zuhayli>, al-Fiqh al-Isla>mi> Wa Adillatuh, Juz I, Lebanon: Da>r al-Fikr, 1999

Downloads

Published

2023-07-07

Issue

Section

Articles