TRADISI KOLOMAN JUMAT MANIS DAN PENGUATAN SILATURAHMI MASYARAKAT (STUDI KASUS DESA BAKEONG KECAMATAN GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP)
Keywords:
radisi lokal, Koloman Jumat Manis, silaturahmi, kohesi sosial, pelestarian budayaAbstract
Tradisi Koloman Jumat Manis di Desa Bakeong, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, merupakan salah satu warisan budaya lokal yang masih lestari di tengah arus modernisasi. Tradisi ini tidak hanya memiliki dimensi religius, tetapi juga menjadi media penguatan silaturahmi antarwarga. Fenomena ini menarik untuk dikaji mengingat peran tradisi lokal dalam membangun kohesi sosial dan menjaga identitas budaya masyarakat. Penelitian ini berangkat dari dua rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana pelaksanaan tradisi Koloman Jumat Manis di Desa Bakeong? (2) Bagaimana peran tradisi tersebut dalam penguatan silaturahmi masyarakat? Melalui kajian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran utuh mengenai proses pelaksanaan serta kontribusi tradisi tersebut terhadap kehidupan sosial masyarakat, sekaligus memahami strategi pelestarian yang relevan di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara serta dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan teknik triangulasi sumber untuk menjaga validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Koloman Jumat Manis dilakukan setiap Jumat terakhir dalam penanggalan Jawa (Jumat Manis atau Jumat Legi) secara rutin dan bergilir di rumah warga atau tempat ibadah. Kegiatan meliputi pembacaan surah Yasin, tahlil, doa bersama, pengajian singkat, dan makan bersama. Tradisi ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial maupun usia, sehingga menjadi media efektif dalam mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, dan menyelesaikan persoalan secara musyawarah. Selain itu, tradisi ini berfungsi sebagai sarana transfer nilai dan norma kepada generasi muda. Tantangan modernisasi diatasi dengan inovasi kegiatan dan pelibatan generasi muda agar tradisi tetap relevan.
References
Ansari, Ansari. “Islam Nusantara: Keanekaragaman Budaya Dan Tradisi.” LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan 18, no. 2 (2024): 226–47.
Darussalam, Andi. “Wawasan Hadis Tentang Silaturahmi.” Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis 8, no. 2 (2017).
Erna Dewi, Erna. “Mediasi Pidana Sebagai Alternative Penyelesaian Perkara Pidana Berbasis Kearifan Lokal,” 2021.
Fayruz, Alfia. “Implementasi Kegiatan Jumat Berbagi Dalam Menanamkan Akhlak Mulia Pada Anak Usia Dini,” 2023.
Jamaludin, Adon Nasrullah. Sosiologi Perdesaan. Pustaka Setia, 2015.
Kholijah, Siti. “Persepsi Masyarakat Tentang Pelaksanaan Salat Jumat Di Desa Saudori Kecamatan Padang Bolak Julu.” IAIN Padangsidimpuan, 2012.
Laksono, Paschalis Maria, Arif Wahyu Widada, Esti Anantasari, Inda Marlina, Olga Aurora Nandiswara, and Natasha Devanand Dhanwani. “Mnemonic Device (Kalender) Untuk Pengayaan Literasi Musim Menuju Sumba Barat Daya Yang Berdaulat Pangan.” HUMANIKA 28, no. 1 (2021): 1–16.
Lestari, Risma Neta, and Yani Achdiani. “Pengaruh Globalisasi Terhadap Gaya Hidup Individualisme Masyarakat Modern.” Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi 14, no. 2 (2024): 117–28.
Muid, Abdul, Ahmad Nur Muhammad Ali Habsy, Dhona Shofiyanah, and M Putra Nur Hidayatullah. “MENGANALISIS DATA KUALITATIF.” JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN ISLAM 15, no. 15 (2025): 51–55.
Mustajab, Mustajab. “TARÉTAN DHIBI’SEBAGAI KONSTRUKSI ASHABIYAH ORANG MADURA (Studi Etnografi Solidaritas Sosial Orang Madura Di Kotalama Malang).” Universitas Muhammadiyah Malang, 2025.
Nugroho, Susanti Adi, and M H SH. Manfaat Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa. Prenada Media, 2019.
Panamuan, Fortunata Blandina, Annysa Gea Putri, Anggi Widya, Veronika Tiara, and M Zainul Hafizi. “Dampak Globalisasi Terhadap Kebudayaan Lokal Pada Era Modernisasi.” Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia 2, no. 3 (2025): 85–101.
Rahmah, Lailatur, Slamet Usman Ismanto, and Sawitri Budi Utami. “FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PENERAPAN ONLINE ANYWHERE SERVICE (OASE) DI KABUPATEN TANAH DATAR.” JANE-Jurnal Administrasi Negara 14, no. 2 (2023): 534–39.
Safitri, Dewi. “Strategi Pembelajaran Talking Stick.” Arriyadhah 21, no. 1 (2024): 20–28.
Safrizal, Safrizal. “Silaturahmi Sebagai Sarana Komunikasi Interpersonal Dalam Mempererat Hubungan Sosial (Perspektif Hadits).” Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian Dan Studi Ilmu Komunikasi) 6, no. 1 (2025): 9–26.
Sayuti, Rosiady Husaenie, Sri Mulyawati, Nuning Juniarsih, Siti Nurjannah, and Agus Purbathin Hadi. “Modal Sosial Dan Pembangunan Masyarakat.” Yogyakarta: Yayasan Sahabat Alam Rafflesia, 2024.
Septiyani, Selvia, Anindita Salsabela Arsi, Dita Aulia Salsabila, and Achmad Tubagus Surur. “Peran Toleransi Antar Umat Beragama Dalam Membangun Keharmonisan Sosial Di Desa Linggoasri: Studi Kasus Interaksi Sosial Dan Pelestarian Kearifan Lokal.” JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH 3, no. 1 (2025): 479–85.
Sugihartati, Rahma. Budaya Populer Dan Subkultur Anak Muda: Antara Resistensi Dan Hegemoni Kapitalisme Di Era Digital. Airlangga University Press, 2017.
Sugiyono. “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D,” 2013.
Syahra, Rusydi. “Modal Sosial: Konsep Dan Aplikasi.” Jurnal Masyarakat Dan Budaya 5, no. 1 (2003): 1–22.
Downloads
Published
Versions
- 2026-01-23 (3)
- 2025-10-23 (2)
- 2025-10-23 (1)
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ach Faisol; Ach Baidlawi Bukhari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



