PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIYAH DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF FIKIH
(Studi Analisis Usul Fiqh dan Maqasid al-Shari‘ah)
DOI:
https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i1.402Keywords:
ru’yat al-hilal bi al-fi‘li, ru’yat al-hilal bi al-il‘miAbstract
Pada dasarnya, diskursus keagamaan seputar penetapan awal bulan qamariyyah ini lebih difokuskan kepada kajian fiqh al-muqa>ranah (fikih perbandingan) yang dikemukakan oleh fukaha empat madzhab (al-madha>hib al-arba‘ah). Oleh karena itu, kajian ini diberi judul “Penetapan awal bulan qamariyyah di Indonesia Dalam Perspektif Fikih: “Studi Analisis Usul Fikih”. Kajian ini dimaksudkan untuk memahami ragam pandangan fukaha terkait dengan metode penentuan awal bulan qamariyyah, dan sekaligus untuk dapat menentukan qawl yang rajih} (unggul) dan mu‘tamad (kuat) dari beberapa pandangan fukaha yang ada berdasarkan hasil analisis usul fikih dan maqa>s}id sha>ri‘ah. Adapun hal yang melatar belakangi Penulis untuk menjadikan topik ini sebagai obyek bahasan utama dalam kajian ini adalah munculnya dua statemen fukaha yang bersifat kontradiktif terkait penentuan awal bulan qamariyyah yang kemudian tercermin dalam fatwa organisasi keagamaan di Indonesia.
Dalam rangka untuk menjawab berbagai pertanyaan seperti yang tercantum dalam rumusan masalah, maka kajian ini menggunakan model atau metode deskiptif-analitis. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara menelaah sumber-sumber primer yaitu kutub al-fiqh ‘ala al-madhahib al-arba‘ah yang terkait dengan bahasan seputar penentuan awal bulan qamariyah, disamping pula merujuk kepada kutub al-tafsir yang kajiannya lebih mengarah kepada teoritis fiqhiyyah. Disamping itu, guna kepentingan analisis terhadap ragam pandangan fukaha, Penulis juga menelaah secara intensif terhadap berbagai literatur astronomis.
Dalam kajian ini, telah didapatkan beberapa temuan studi, yaitu (1) terdapat dualisme pemaknaan terhadap kata “rukyat” yaitu ru’yat al-hilal bi al-fi‘li dan ru’yat al-hilal bi al-‘ilmi sebagaimana yang telah dikemukakan oleh fukaha (2) Berdasarkan hasil verifikasi terhadap kedua pandangan fukaha tersebut dengan menjadikan usul fikih dan maqa>sid shari>‘ah sebagai insrumen analisisnya, maka diperoleh qawl (pendapat) yang rajih} (unggul) dan mu‘tamad (kuat) yaitu paradigma fukaha Shafi‘iyyah dan H{ana>bilah karena lebih tepat, akurat, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dalam konteks kekinian.
References
‘Abdurrahman bin Nasir al-Sa‘di, al-Qawa‘id Wa Usul al-Jami‘ah, Damaskus: al-Maktabah al-Sunnah, 1992
‘Abdul Hamid Hakim, Mabadi’ Awwaliyyah, Jakarta: Maktabah Sa’diyah Putra, tt
Abi al-Faid Muhammad Yasin al-Fadani al-Makki, al-Fawaid al-Janiyyah, Juz I, Lebanon: Dar al-Fikr, 1997
Abi ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin Sawrah, Sunan al-Turmudhi, Juz II, Leiden, Dar Ihya’al-Kutub al- ‘Arabiyyah 1958
Abu Hafs ‘Umar ibn ‘Ali ibn ‘Adil al-Dimashqi, al-Lubab fi ‘Ulum al-Kitab, juz 3, Beirut: Lebanon: 1998
A. Djazuli, Kaidah-Kaidah Fikih, Cet II, Jakarta: Kencana, 2007
Badruddin Abi Muhammad Mahmud bin Ahmad al-‘Ayni, ‘Umdat al-Qari’ Li SharhSahi>h al-Bukhari,Juz III, Lebanon: Da>r al-Fikr, t.t.
al-Bukhari al-Ja‘fi, Matn al-Bukhari, Juz I, Lebanon: Dar al-Fikr, 2006
Faiz Badr, Ka’bah Dalam Sejarah, Jakarta: Pustaka Azzam, 2001
Ibnu ‘Abidin, H{ashiyah Radd al-Mukhtar ‘Ala al-Durr al-Mukhtar Sharh Tanwir al-Absar, juz 1, (Beirut: Dar al-Fikr, 2000
al-Imam Abi ‘Abdillah Muh}ammad bin Isma>‘i>l bin Ibra>hi>m Ibn al-Mughi>rah bin Bardazbah al-Bukha>ri>, S{ah}i>h} al-Bukha>ri>, Jilid I, Lebanon: Da>r al-Fikar, 2006
al-Ma’lu>f, al-Munjid fi al-Lughah wa al-A’la>m Beirut: Da>r al-Mashriq, 1975
Muh}amad ‘Ali> As}s}a>bu>ni>, Rawa>‘i al-Baya>n Fi> Tafsi>r A<ya>t al-Ah}ka>m, Lebanon: Da>r al-Fikr, 1999
Muhammad Muthawwi, Rahasia Ka’bah dan Sains Modern Bandung: Trigenda Karya, 1997
Muslim ibn al-H{ajja>j ibn Muslim al-Qushayri> al-Naysa>bu>ri>, S{ahi>h Muslim, Juz 4, Beirut: Da>r al-Jayl dan Da>r al-Afaq al-Jadi>dah,
S{a>lih} bin Gha>nim al-Sadla>n, al-Qawa>‘id al-Fiqhiyyah al-Kubra>, Saudi Arabia: Da>r Bahnis}iyyah, 1988
al-Sayyid al-Ima>m Muhammad bin Isma>’il al-Kah}la>ni> al- S}an’a>ni>, Subul al- Sala>m, Jilid I Surabaya, al-Hidayah, t.t.
al-Sayyid Sa>biq, Fiqh al-Sunnah, Juz I, Surabaya: al-Maktab al-Isla>mi>, 1994
Shafiyurahman Al-Mubarakfuri, Sejarah Mekah, Riyadh: Darus Salam, 1426
Shiha>b al-Di>n Ah}mad ibn Ah}mad ibn Sala>mah al-Qalyu>bi>, H{a>shita>ni Qalyu>bi>: ‘Ala Sharh} Jala>l al-Di>n al-Mah}alli> ‘Ala Minha>j al-T{a>libi>n, juz 1, Lebanon, Beirut: Da>r al-Fikr, 1998
al-Syaykh Shamsuddi>n Muh}ammad bin Muh}ammad al-Khat}i>b al-Sharbi>ni>, Mughni> al-Muh}ta>j Ila> Ma‘rifat Ma‘a>ni> al-Fa>z} al-Minha>j, Juz I, Lebanon: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyah, 2011
al-Shaykh Zakariyya> al-Ans}a>ri>, Ha>shiyat al-‘alla>mah al-Shaykh Sulayma>n al-Jumal ‘ala> Sharh} al-Minha>j, Juz I, Lebanon: Dar al-Fikr, t.t.
Wahbah al-Zuhayli>, al-Fiqh al-Isla>mi> Wa Adillatuh, Juz I, Lebanon: Da>r al-Fikr, 1999



